Nama: Rigen Triastuti
NIM : 19010140
“ Perilaku Konsumen Pasar Online “
PENDAHULUAN
Islam
adalah agama yang mengatur segenap perilaku manusia. Baik itu perilaku manusia
dengan Allah (Hablum Minallah) maupun perilaku manusia dengan manusia (Hablum
Minan Nas). Hampir dalam keseluruhan aktifitasnya manusia berhubungan dengan
manusia yang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik dalam ranah konsumsi,
produksi, maupun distribusi.
Ini juga terdapat dalam ilmu ekonomi
mikro. Ilmu ekonomi mikro sering ditulis mikroekonomi ialah cabang dari ilmu
ekonomi yang mempelajariperilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan
harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang
diperjualbelikan. Ekonomi mikro menelitian bagaimana berbagai keputusan dan perilaku
tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa , yang aka
menentukan harga, dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentuka penawaran dan
permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Didalam pembahasan ilmu ekonomi mikro
terdapat materi mengenai Teori Tingkah Laku Konsumen. Yakni tingkah laku
individu/kelompok dalam mempergunakan pendapatan yang mereka miliki untuk
memenuhi kepuasan masingmasing. Adapun pengertian konsumen. Konsumen adalah
semua anggota masyarakat yang menerima uang dan kemudian membelanjakannya untuk
pembelian barang atau jasa.
LATAR BELAKANG
Latar Belakang Masalah Perilaku konsumen
merupakan sebuah fenomena yang unik untuk dipelajari dan diamati. Perilaku
konsumen dapat dikatakan sebagai dasar berbagai teori ekonomi, karena semua
kegiatan ekonomi akan berkaitan dan berakhir kepada sikap atau perilaku
konsumen. Berbagai teori mengenai perilaku konsumen, salah satu perilaku
konsumen yang sangat berpengaruh dalam kegiatan ekonomi adalah keputusan
pembelian, karena tujuan dari sebuah kegiatan ekonomi mulai dari produk hingga
pemasaran bertujuan agar konsumen melakukan pembelian atas produk tersebut.
Menurut Kotler dan Amstrong (2013) perilaku konsumen merupakan aktivitas dari
aktivitas pembelian dalam memenuhi tingkat konsumsi terhadap produk atau jasa.
Perilaku konsumen juga menunjukkan
perilaku yang ditampilkan oleh konsumen saat mereka membeli, mencari dan
menghabiskan produk demi memenuhi kebutuhan dan kepuasan (Priansa, 2017). Jadi
perilaku konsumen terkait erat dengan kepuasan dalam melakukan pembelian produk
atau jasa dalam upaya pemenuhan kebutuhan. Kepuasan konsumen sangat penting
bagi sebuah bisnis, karena dapat menciptakan komitmen dan loyalitas terhadap
suatu produk. Konsumen akan membeli berulang-ulang, karena sudah tercipta
kepercayaan dan pelayanan yang baik.
Kepuasan konsumen adalah sejauh mana manfaat
sebuah produk 2 dirasakan (perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan
pelanggan (Kotler, 2016). Konsumen akan berusaha mencari tahu latar belakang
suatu produk, kegunaan, serta manfaat. Sehingga produk yang di beli pelanggan
memang dapat membantu masalah atau menjadi solusi bagi pelanggan tersebut. Mutu
suatu produk tergantung dari tingkat kepuasan pelanggan di dalam menggunakan
produk tersebut. Tanpa adanya kepuasan pelanggan, maka suatu produk dapat di
anggap gagal dalam memenuhi ekspestasi konsumen. Kepuasan konsumen adalah
persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi atau terlampaui (Gerson,
2016).
Konsumen dalam melakukan pembelian produk
memiliki harapan yang tinggi, jika harapan itu terpenuhi bahkan melebihi
keinginan konsumen, maka akan tercipta kepuasan yang berdampak pada keinginan
untuk melakukan pembelian ulang dengan produk lainnya. Konsumen selektif dalam
memilih suatu produk, berusaha membandingkan antara produk satu dengan produk
lainnya, atau mencari tambahan informasi yang mempunyai hubungan dengan produk
yang akan dibeli, untuk mengetahui kinerja produk tersebut.
Kepuasan konsumen adalah perasaan senang
atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap
kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya (Kotler, 2016). Kotler
dan Keller (2016) mengatakan bahwa 3 kepuasan pelanggan terhadap pembelian
suatu produk atau jasa tergantung kepada kinerja produk aktual, sehingga sesuai
dengan harapan pembeli. Kepuasan yang diperoleh seorang konsumen dapat
meningkatkan intensitas membeli dari konsumen tersebut dan mendorong konsumen
merasa puas.
Lupiyoadi (2013) mengatakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah kualitas pelayanan,
kualitas produk, promosi, harga dan biaya. Faktor-faktor tersebut khususnya
kualitas pelayanan, harga dan promosi serta kepuasan pelanggan, hal ini seperti
penelitian yang dilakukan oleh Farida, Tarmizi dan November (2016) yang
menunjukkan bahwa harga dan promosi, berpengaruh positif dan signifikan pada
kepuasan pelanggan.
Sebagaimana diungkapkan oleh Irawan (2008)
terkait faktor - faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, selain kualitas
produk, kualitas pelayanan dan faktor emosional juga terdapat faktor biaya dan
kemudahan yang diyakini dapat mempengaruhi kepuasan konsumen, yang mana kita
ketahui bahwa harga dan kemudahan akses merupakan salah satu faktor penentu
jumlah permintaan produk dipasar online.
PEMBAHASAN
Perilaku konsumen atau consumer behavior adalah
studi tentang individu dan organisasi, serta bagaimana mereka memilih dan
menggunakan produk. Bagian dari riset
pasar ini
bertujuan memahami motivasi dan perilaku seseorang sebagai konsumen. Perilaku
konsumen tak hanya berguna untuk pengembangan produk baru. Studi ini juga dapat
digunakan oleh product analyst untuk melakukan perbaikan
produk yang telah ada.
Perilaku konsumen adalah proses dan
aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian,
penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan
keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk
membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah
(low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah,
sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses
pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.
Definisi perilaku konsumen menurut para
ahli :
·
Menurut
Kotler dan Keller (2008), perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana
individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, dan bagaimana barang,
jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
·
Menurut
Engel et al (Sangadji dan Sopiah, 2013 : 7), perilaku konsumen adalah tidakan
yang langsung terlibat dalam pemerolehan, pengonsumsian, dan penghabisan
produk/jasa, termasuk proses yang mendahului dan menyusul tindakan.
·
Menurut
John C. Mowen dan Michael Minor, perilaku konsumen merupakan studi unit dan
proses pembuatan keputusan seseorang dalam menerima, menggunakan, membeli, dan
menentukan produk.
Manfaat consumer behavior bagi sales dan product
development. Beberapa di antaranya adalah:
1. Memahami
perbedaan berbagai kelompok konsumen
2. Merancang
program marketing yang sesuai
3. Memprediksi
tren pasar
4. Meningkatkan
daya saing dengan kompetitor
Studi perilaku konsumen tak hanya membuatmu memahami audiens. Kamu
juga bisa mendapat informasi soal kompetitor, seperti:
- Apakah pelanggan membeli produk dari pesaing?
- Mengapa konsumen membeli produk dari pesaing?
- Menurut konsumen, apa yang membedakan produkmu dan produk pesaing?
v Faktor yang Memengaruhi Perilaku
Konsumen
Umumnya,
perilaku konsumen dipengaruhi tiga faktor berikut.
1. Faktor pribadi
Faktor
pribadi merupakan minat dan pendapat seseorang sebagai konsumen. Secara khusus,
faktor ini juga dipengaruhi oleh demografi seperti:
- usia
- jenis kelamin
- budaya
- profesi
- latar belakang
- dan lain-lain
2. Faktor psikologis
Faktor
psikologis merupakan respons dan sikap individu terhadap:
- campaign pemasaranmu
- kebutuhan pribadi sebagai seorang konsumen
3. Faktor sosial
Faktor
ini meliputi:
- pengaruh lingkungan
- pengaruh media sosial
- kelas sosial
- pendapatan
- tingkat pendidikan
- dan lain-lain
4. Faktor budaya
Faktor
ini menunjukkan bahwa minat pelanggan dibentuk oleh beberapa hal, seperti:
- nilai-nilai dan ideologi komunitas mereka
- kepercayaan komunitas
- kebutuhan keluarga dan komunitas
- kelas sosial
v Tipe-Tipe Perilaku Konsumen
1. Perilaku membeli yang kompleks (complex buying behavior)
Misalnya, si X ingin membeli laptop seharga Rp40 juta. Tentu X
berpikir panjang sebelum memutuskan pembelian. Sebab, produk tersebut
jarang sekali dibeli. Belum lagi, harganya relatif mahal. Inilah yang dimaksud
dengan complex buying behavior. Sebelum membeli produk, konsumen
cenderung berpikir panjang.
2. Perilaku membeli yang mengurangi perbedaan (dissonance-reducing
buying behavior)
Saat
punya perilaku ini, mengutip Britannica, konsumen akan sangat
terlibat dalam proses pembelian. Akan tetapi, mereka kesulitan menentukan
perbedaan antarmerek.
Nah,
kesulitan ini disebut dengan disonansi atau mengurangi perbedaan. Supaya lebih
jelas, contohnya seperti ini; Misalnya, kamu ingin membeli penggorengan.
Menurutmu, tak ada perbedaan antara merek penggorengan A, B, C, dan D.
Padahal,
keempatnya punya sedikit titik beda. Inilah yang disebut dengan disonansi.
3. Perilaku membeli yang telah terbiasa (habitual buying
behavior)
Misalnya, si Y ingin membeli sampo. Y telah terbiasa membeli sampo
merek E, dan tidak ingin melirik merek lainnya. Dapat disimpulkan, dalam
kasus ini, Y memiliki habitual buying behavior. Ia tak banyak
terlibat saat mencari produk. Pemilihan merek cenderung didasarkan kebiasaan. Dengan
begitu, keputusan pembelian tidak dipengaruhi oleh loyalitas ataupun campaign dari
produk yang dibeli.
Ini tentu
berbeda dengan dissonance-reducing buying behavior.
Dalam habitual buying behavior, konsumen tak
benar-benar terlibat dalam pemilihan merek. Mereka membeli sesuatu hanya karena
kebiasaan. Sementara itu, dalam dissonance-reducing buying behavior,
konsumen terlibat dalam pemilihan produk. Mereka tak sekadar membeli karena
terbiasa. Akan tetapi, mereka kesulitan menemukan perbedaan antarmerek yang
ada.
Nah,
biasanya, habitual buying behavior muncul saat konsumen
membeli barang pokok.
4. Perilaku mencari keragaman produk (variety seeking behavior)
Pada tipe ini, konsumen membeli produk yang berbeda. Akan tetapi,
ini dilakukan bukan karena mereka tidak puas dengan produk sebelumnya.
Perilaku
tersebut didasari oleh motivasi untuk mencari variasi dari produk yang telah
mereka miliki.
v Model Perilaku Konsumen
Selain tipe-tipe, adalah beberapa model perilaku konsumen yang
harus diketahui juga oleh para marketer. Kumpulan model ini bisa
membantu marketer dalam memahami dan mempertahankan basis
pelanggan yang sudah dimiliki oleh perusahaan.
Nah,
kira-kira, apa saja model consumer behavior yang wajib
dipahami oleh perusahaan di era modern ini? Berikut penjelasannya.
1. Learning model
Salah satu model perilaku konsumen yang sering digunakan
oleh marketer dari perusahaan besar adalah learning
model. Menurut laman Hubspot, model ini mengacu pada
teori di mana customer behavior biasanya menunjukkan keinginan
pelanggan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup,
seperti makanan.
Learning model juga menjelaskan bahwa pelanggan biasanya akan mengutamakan
kebutuhan untuk belajar yang muncul dari pengalaman hidup, seperti ketakutan
atau rasa bersalah. Model ini berlaku untuk bisnis multiguna yang menjual
produk untuk semua tingkat kebutuhan pelanggan.
Misalnya Target, sebuah department store berbasis
di Amerika Serikat yang menjual ratusan produk kebutuhan sehari-hari, mulai
dari makanan hingga peralatan mandi.
2. Psychoanalytic model
Model perilaku konsumen lainnya yang patut dipertimbangkan marketer di
era modern ini adalah psychoanalytic model. Model satu ini diambil
dari teori Sigmund Freud mengenai psikoanalisis, di mana konsumen memiliki
motif mengakar, baik sadar maupun tidak sadar, yang mendorong mereka untuk
melakukan pembelian.
Motif tersebut bisa berupa ketakutan yang tersembunyi, keinginan
yang ditahan, atau sekadar keperluan pribadi. Dengan demikian, pelanggan akan
melakukan pembelian bila diberikan rangsangan yang tepat oleh badan usaha,
seperti meluncurkan iklan di Instagram atau YouTube.
3. Sociological model
Model perilaku konsumen selanjutnya yang dapat dimanfaatkan oleh
perusahaan dan marketer adalah sociological model.
Model ini mengacu pada teori di mana pembelian dipengaruhi oleh tempat individu
berdiam dalam kelompok masyarakat, termasuk keluarga, teman, dan kelompok lain
seperti orang-orang yang menyukai hal-hal serupa.
Intinya, teori ini menjelaskan bahwa eseorang pada dasarnya akan
membeli barang berdasarkan hal yang diperlukan oleh kelompok tempat mereka
berada.
4. Input, process, output
Input, process, output adalah model perilaku konsumen yang juga sering
digunakan oleh perusahaan-perusahaan ternama.
Dalam model satu ini muncul, tiga indikator dalam consumer
behavior yaitu input, process, dan output.
·
Input mengacu pada strategi marketing yang dibentuk
sebuah perusahaan. Empat aspek utama dalam indikator tersebut terdiri; product (produk), price (harga), place (tempat),
dan promotion (promosi).
·
Indikator kedua merupakan process, yang berhubungan dengan proses transaksi oleh
seorang konsumen. Mulai dari mengetahui hingga mengevaluasi kualitas serta harga
produk.
·
Terkahir adalah output, sebuah
indikator yang merujuk pada respons konsumen terhadap produk atau layanan yang
disediakan perusahaan.
5. Black box model
Model perilaku konsumen berikutnya yang perlu dipertimbangkan
oleh marketer adalah black box model. Melansir Business
Management Studies, model ini mengungkapkan bahwa pelanggan adalah pemikir individu
yang mampu memroses rangsangan internal dan eksternal untuk membuat keputusan
pembelian.
Teorinya mungkin terlihat rumit, tetapi, ia sebenarnya cukup mudah
untuk dipahami. Seorang konsumen bertemu dengan rangsangan dari bauran
pemasaran bisnis dan rangsangan eksternal lainnya.
Kemudian, mereka memrosesnya dalam pikiran, menghubungkan
rangsangan eksternal dengan pemikiran internal yang sudah dimiliki, seperti
keyakinan dan keinginan, untuk membuat keputusan.
6. Pavlovian model
Model perilaku konsumen terakhir yang patut diketahui oleh
para marketer adalah Pavlovian model. Model ini
meliputi tiga indikator utama dalam consumer behavior, yaitu drive, drives,
dan reinforcement.
·
Drive merupakan sebuah ransangan
yang akan memancing aksi pelanggan. Sedangkan,
·
Drives adalah kebutuhan psikologis dari pelanggan, seperti rasa lapar
atau sakit.
·
Kemudian, rangsangan dari drive akan memengaruhi
aspek psikologis pelanggan dan memperkuat keinginan mereka terhadap produk yang
ditawarkan perusahaan. Nah, poin inilah yang dinamakan reinforcement.
PASAR ONLINE
Pasar online merupakan pasar yang sedang
naik daun dikalangan masyarakat, apalagi semenjak Covid – 19 hadir di
Indonesia. Sebenarnya pasar online ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1994,
pada saat Indosat menjadi internet service provider pertama di Indonesia.
Sedangkan cikal bakal toko online muncul
di tahun 1999 saat Andrew Darwis mendirikan sebuah forum bernama Kaskus yang
juga menjadi forum jual beli. Selanjutnya, Bhinneka.com berdiri dan menjadi
tempat jual beli juga ditanah air. Menyadari pertumbuhan transaksi online yamg
berkembang dengan cepat pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk membuat
draft UU e-commerce. Sejak saat itu toko online kian menunjukkan eksitensinya,
menciptakan inovasi – inovasi kreatif yang dapat memudahkan para penggunannya.
Bahkan saat ini pasar online menjadi
platfrom belanja yang paling diminati masyarakat selain dengan kemudahan
peggunaannya, ketersediaan barang nya pun berbagai rupa, dan dengan harga yang
bervariasi. Sehinnga mampu menarik konsumen untuk melakukan transaksi jual beli
melalui pasar online tersebut.
Di Indonesia sudah banyak sekali platform
pasar online, misalnya :
·
Tokopedia
Tokopedia.com merupakan salah satu toko
online terbaik di Indonesia yang mengusung model bisnis marketplace. Sejak
diluncurkan hingga akhir 2015, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh
semua orang secara gratis. Dengan visi untuk “Membangun Indonesia yang Lebih
Baik Lewat Internet”, Tokopedia memiliki program untuk mendukung para pelaku
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha
mereka dengan memasarkan produk secara online. Tokopedia berhasil menjadi salah
satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat.
Tokopedia juga berhasil mencetak sejarah sebagai perusahaan teknologi pertama
di Asia Tenggara, yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp
1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc.
Dengan total pengunjung mencapai
111.484.100/bulan Toko online yang satu ini memungkinkan setiap orang /
pebisnis di Indonesia untuk membuka dan juga mengelola toko mereka secara
gratis di dalamnya. Situs ini termasuk yang terbesar di Indonesia dan sudah
dijuluki sebagai salah satu startup dengan level tertinggi pertama di Indonesia
(unicorn)
·
Buka Lapak
Bukalapak merupakan salah satu toko
online (online marketplace) terkemuka dan terbaik di Indonesia (biasa dikenal
juga dengan jaringan toko online) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT.
Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual – beli online dengan model bisnis
consumer to consumer (C2C), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari
konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko online untuk
kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun
dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan
menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan
bayi, gadget, aksesoris gadget, komputer, tablet, perlengkapan rumah tangga,
busana, elektronik, dan lain-lain.
Dengan total kunjungan mencapai
85.138.900/bulan, Bukalapak menjadi salah satu e-commerce di Indonesia yang
fokus ada usaha mikro, kecil, dan juga menengah. Di situs ini para pengguna
diberi kesempatan untuk menawarkan dan menjual barang mereka secara online.
·
Shopee
Shopee adalah toko online terbaik
indonesia dan perdagangan elektronik yang berkantor pusat di Singapura di bawah
SEA Group (sebelumnya dikenal sebagai Garena), yang didirikan pada 2009 oleh
Forrest Li. Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015, dan
sejak itu memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia,
Vietnam, dan Filipina. Karena elemen mobile yang dibangun sesuai konsep
perdagangan elektronik global, Shopee menjadi salah satu dari “5 startup
e-commerce yang paling disruptif” yang diterbitkan oleh Tech In Asia.
Shopee sendiri dipimpin oleh Chris Feng.
Chris Feng adalah salah satu mantan pegiat Rocket Internet yang pernah
mengepalai toko online Zalora dan Lazada.
Pada tahun 2015, Shopee pertamakali
diluncurkan di Singapura sebagai pasar mobile-sentris sosial pertama dimana
pengguna dapat menjelajahi, berbelanja, dan menjual kapan saja. Terintegrasi
dengan dukungan logistik dan pembayaran yang bertujuan untuk membuat belanja
online mudah dan aman bagi penjual dan pembeli.
Setelah itu Shopee yang berpusat di
Singapura, melakukan ekspansi ke negara ASEAN lain dan membuka Shopee
Indonesia, Shopee Malaysia, Shopee Thailand, Shopee Taiwan, Shopee Vietnam dan
Shopee Filipina.
Sampai dengan saat ini Shopee telah
mencapai angka 30.843.400/bulan untuk kunjungan, Shopee pun berhasil dikenal ke
seluruh Indonesia karena promo dan diskonnya yang banyak dan akhirnya menjadi
salah satu e-commerce terfavorit.
·
Lazada
Lazada
Indonesia adalah pusat belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis
produk mulai dari elektronik, buku, mainan anak dan perlengkapan bayi, alat
kesehatan dan produk kecantikan, peralatan rumah tangga, dan perlengkapan
traveling dan olah raga. LAZADA Indonesia didirikan pada tahun 2012 dan
merupakan salah satu cabang dari jaringan retail online LAZADA di Asia
Tenggara.
Grup LAZADA International di Asia
Tenggara terdiri dari LAZADA_Indonesia, LAZADA Malaysia, LAZADA Vietnam, LAZADA
Thailand, LAZADA Filipina. Jaringan LAZADA, Asia Tenggara merupakan cabang anak
perusahaan jaringan perusahaan internet Jerman Rocket Internet. Rocket Internet
merupakan perusahaan online incubator yang sukses menciptakan
perusahaan-perusahaan online inovatif di berbagai belahan dunia. Berkantor
pusat di Berlin, Jerman, proyek yang dimiliki Rocket Internet antara lain
Zalando, toptarif, edarling, Groupon (sebelumnya citydeal), dll.
Total kunjungan
mencapai 49.990.700/bulan Lazada menjadi salah satu situs online yang
menyediakan berbagai kebutuhan dan juga barang lainnya. Berbagai merek produk
populer hadir di situs ini, sehingga sangat wajar jika Lazada menjadi salah
satu situs online terbesar hingga saat ini.
·
JD.ID
Angka kunjungan situs ini mencapai
11.269.000/bulan JD.id juga termasuk e-commerce baru di Indonesia dan baru
populer di akhir tahun 2017. JD.id menjual berbagai jenis barang dengan
berbagai kategori kebutuhan, baik itu fashion, elektronik, peralatan rumah
tangga, anak-anak atau orang dewasa.
Dengan slogan 'Dijamin Ori' ini, situs belanja online JD.id saat ini menempati posisi 10 besar sebagai situs e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia pada Agustus 2018.
Tujuan Digital Marketing
Dan berdasarkan fungsi tersebut memang ada beberapa detail dari tujuan digital marketing yang membuatnya menjadi sangat penting dalam bisnis. Setiap tujuan tersebut akan membantu bisnis tersebut akan menjadi lebih besar, meskipun mungkin tidak semua orang tidak tahu apa saja tujuannya. Berikut ini kami akan coba jelaskan beberapa tujuan dari melakukan digital marketing yang berpengaruh pada bisnis Anda.
1. Mendapat Perhatian
Tujuan yang paling pertama dari melakukan digital marketing adalah untuk bisa mendapatkan perhatian dari banyak orang. Karena dengan melakukan marketing digital marketing dengan berbagai konten, maka bisnis kita itu akan bisa mendapatkan perhatian banyak orang. Dan perhatian ataupun awareness dari banyak orang, maka bisnis sudah pasti akan jadi lebih besar dan juga terus berkembang.
Karena tujuan inilah maka dalam digital marketing itu ada pembuatan konten dan konsistensi dalam pembuatan konten. Ini agar supaya bisnis kita itu memiliki ciri khas tertentu yang membuat orang itu akan lebih mudah mengerti mengenai bisnis kita. Dan setelah mendapatkan perhatian, maka suatu bisnis sudah pasti akan bisa berkembang dengan lebih pesat.
2. Mendapatkan Engagement
Tujuan yang kedua adalah untuk bisa mendapatkan engagement dari target pasar yang sudah ditentukan dalam bisnis kita tersebut. Karena dalam digital marketing dan di berbagai macam platform untuk marketing digital itu ada fitur untuk melihat engagement dari post. Sehingga marketing yang kita lakukan itu akan bisa dievaluasi untuk mengerti efektivitas dan interaksi yang kita dapatkan.
3. Memberikan Edukasi Produk
Tujuan yang ketiga adalah untuk membuat orang banyak itu tahu apa sih produk yang dijual oleh bisnis yang kita lakukan. Tujuan digital marketing ini adalah tujuan yang sangat penting, karena dari situ orang jadi tahu fungsi dari produk dari bisnis kita. Dan memang sangat penting untuk membuat banyak orang mengetahui dengan baik soal produk dari bisnis kita itu.
4. Untuk Meningkatkan Penjualan
Tujuan yang berikutnya adalah untuk bisa meningkatkan penjualan dari bisnis kita, ini jelas menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Karena kalau penjualan meningkat, maka keuntungan yang bisa kita dapatkan pun akan jadi jauh lebih besar. Selain itu juga dengan peningkatan penjualan sudah bisa dipastikan kalau bisnis kita itu akan jauh lebih besar.
Peningkatan penjualan ini jelas akan bisa direalisasikan apabila memang digital marketing yang dilakukan itu efektif. Karena banyak orang yang melihat promosi kita dan juga sudah mengerti apa kelebihan dan juga kekurangan dari produknya. Dan hal tersebut sudah pasti akan bisa membuat lebih banyak orang yang membeli produk karena melihat iklan.
5. Mendapatkan Relasi Pelanggan
Tujuan lain dari digital marketing itu adalah untuk bisa mendapatkan relasi terhadap pelanggan, ini adalah hal yang penting. Karena relasi ini akan memberikan kedekatan antara bisnis kita dengan para pelanggan dari bisnis yang kita jalankan. Hal ini tentu saja akan bisa membuat bisnis kita lebih berkembang karena relasi yang dekat dengan pelanggan tersebut.
Banyak cara untuk melakukan pendekatan terhadap pelanggan yang bisa dibilang adaptif. Karena banyak bisnis yang berupaya untuk membalas pertanyaan, komplain, dan lain sebagainya secara adaptif dan juga cukup baik.
6. Memperluas Pasar Bisnis
Tujuan terakhir adalah untuk memperluas pasar dari bisnis kita, sehingga akan bisa bertumbuh menjadi semakin besar. Ini karena sifat dari internet yang bisa menjangkau ke mana saja, dan jangkauannya itu sangat luas sampai satu dunia. Hal itu tentunya akan membuat bisnis kita akan bisa menjangkau area yang lebih luas sesuai dengan perkembangan bisnis kita.
Dalam membuat iklan kita kan bisa mengatur area dan juga audiens kita, sehingga di awal mungkin bisa membatasi area. Akan tetapi setelah bisnis kita berkembang, maka kita bisa memasang area yang mungkin lebih luas sesuai target pasar kita. Dan salah satu tujuan digital marketing adalah menjangkau pasar yang lebih luas mengikuti perkembangan bisnis.
Digitalisasi sudah dikenal sebagai salah satu metode untuk memangkas biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas produk/pelayanan, malahan untuk meningkatkannya.
Beberapa contoh digitalisasi di berbagai industri dan bisnis bisa Anda lihat pada daftar di bawah ini:
1. Digitalisasi Produksi
Jika kembali ke tahun 80-an, mungkin Anda masih bisa menemukan pabrik dengan ribuan buruh yang bekerja untuk memproduksi barang secara massal. Menggunakan tenaga manusia untuk produksi memang tidak ada salahnya, namun manusia pada umumnya memiliki kekurangan pada sisi ketahanan, ketelitian, dan juga konsistensi. Coba saja anda memotong 2 selotip dengan panjang yang sama 100%, apakah bisa?
Berbeda dengan teknologi digital. Sejak era Revolusi Industri 4.0 dimulai, lini produksi perlahan beralih ke teknologi digital. Bahkan mesin yang notabene sudah berbasis teknologi sekalipun, masih bisa di-digitalisasi lagi seperti otomasi QC (Quality Control) dengan memanfaatkan algoritma pemrograman khusus berbasis AI (Artificial Intelligence).
Ini membuat hasil produksi lebih seragam kualitasnya walau dengan pengawasan minim. Mungkin saja mereka hanya perlu mengambil tindakan apabila sistem memberikan peringatan. Tentu hal ini merupakan perubahan yang sangat besar jika dibandingkan dengan penggunaan tenaga manusia seutuhnya.
2. Digitalisasi Keuangan
Dunia keuangan pun tidak luput dari sentuhan digitalisasi. Bahkan sekarang sudah ada uang digital yang jauh lebih praktis dan mudah digunakan dibandingkan uang fisik.
Selain munculnya uang digital, digitalisasi keuangan juga muncul dari sisi pencatatannya. Sejak menjamurnya aplikasi kasir dan pembukuan, para pelaku usaha saat ini bisa dengan mudah untuk mencatat kondisi keuangan bisnis mereka.
Dengan begitu, posisi neraca bisnis bisa diketahui dengan mudah dan lebih akurat dibandingkan dengan hitung manual. Pelaku usaha juga tidak perlu khawatir akan kehilangan data, karena semua data bisa disimpan di cloud yang dapat diakses dari perangkat manapun.
3. Digitalisasi Laporan
Masih menulis laporan secara manual? Di zaman sekarang, laporan Anda pun bisa dioptimasi dan tercipta secara otomatis berkat bantuan kecerdasan buatan dari berbagai software.
Sebut saja Google Data Studio, yang bisa menampilkan data dari berbagai platform secara otomatis tanpa perlu input manual. Tampilan antarmukanya dapat didesain secantik mungkin sehingga Anda bisa gunakan untuk presentasi saat itu juga, tanpa perlu melakukan modifikasi manual.
Digitalisasi laporan juga membantu para evaluator untuk menemukan kejanggalan dalam strategi mereka, baik positif maupun negatif. Misalnya, jika di satu hari ada kenaikan penjualan secara drastis, maka mereka bisa menemukan penyebabnya karena laporan terintegrasi dengan sistem sales dan informasi marketing.
4. Digitalisasi Layanan
Layanan seperti customer service merupakan hal yang krusial di dalam dunia usaha, sebab tidak semua pelanggan bisa memahami produk/jasa Anda hanya dalam sekali lihat.
Terkadang pertanyaan yang disampaikan pelanggan terlalu mendasar, dan sebenarnya sudah bisa terjawab apabila mereka mau membaca detail lebih lanjut. Hanya saja, memang tidak semua pelanggan seperti itu.
Karena itu digitalisasi layanan bisa membantu Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil secara efektif dan efisien. Dengan teknologi chatbot, Anda bisa memberikan jawaban personal secara otomatis. Bahkan Anda juga bisa mengirimkan pesan broadcast atau pengingat mengenai promosi yang sedang berlangsung ke pelanggan.
5. Digitalisasi Pemasaran
Digital marketing bisa dibilang sebagai salah satu inovasi yang cukup disruptif di dekade ini. Berkat kehadirannya saat ini, persaingan pasar menjadi lebih sempurna dan tidak dikuasai oleh satu atau dua merek saja. Sebab usaha yang diperlukan untuk melakukan promosi sudah lebih terjangkau.
Digital marketing memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan promosi tanpa menguras banyak budget. Di zaman dahulu, bisnis mungkin perlu ‘membakar’ modal sampai miliaran untuk beriklan, itu pun hasilnya juga tidak bisa diukur secara akurat. Sejak kemunculan digital marketing, semua masalah itu dapat teratasi satu per satu.
- Fungsi Digital Marketing
Secara mendasar digital marketing itu memiliki fungsi untuk bisa membuat bisnis itu bisa lebih berkembang karena banyak orang yang tahu. Karena memang sebenarnya digital marketing itu adalah sebuah roda kecil yang akan membantu proses besar dalam membangun bisnis. Akan tetapi tentunya digital marketing tetap proses yang penting, karena salah satu yang berpengaruh berkembangnya sebuah bisnis.
- v PENGENALAN
KEBUTUHAN
Proses pembelian oleh konsumen diawali
sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut dapat
ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal,
terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti lapar dan haus) telah
mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi pendorong. Sedangkan
rangsangan eksternal, salah satunya terjadi karena seseorang menonton iklan
atau melihat produk baru milik tetangganya.
· Contoh
pengenalan kebutuhan oleh rangsangan internal, yaitu : Seseorang memiliki
tanggung jawab sekaligus menjadi kebutuhan umum yaitu membayar uang sekolah
(SPP). Sedangkan, di sisi lain perangkat yang digunakan untuk sekolah online
mengalami beberapa kerusakan yang membuat kegiatan belajar menjadi tidak
nyaman. Maka dari itu seseorang tersebut harus tau mana yang lebih dibutuhkan,
dan mengetahui kemampuan diri sendiri. Jika kita sudah mengetahui kebutuhan dan
kemampuan kita, maka kita akan dengan sangat mudah untuk menentukan keputusan
apa yang harus diambil.
· Contoh
pengenalan kebutuhan oleh rangsangan eksternal, yaitu : Kasus yang sama dengan
contoh diatas. Seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk membayar SPP dan
membeli HP/Laptop. Ketika seseorang tersebut melihat iklan di TV atau ada salah
satu influencer favoritnya menawarkan “HP bintang lima, harga kaki lima”.
Mungkin saja terjadi perubahan pemilihan keputusan, karena saat ini
pembelajaran dilakukan secara online sehingga konsumen tersebut memilih untuk
membeli HP dan membayar SPP diminggu depan.
- v PENCARIAN
INFORMASI
Setelah konsumen yang terangsang
kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih
banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk. Selanjutnya, orang mulai
aktif mencari informasi : bertanya kepada teman, mendatangi toko untuk mencari
tahu atau membuka-buka internet untuk membandingkan spesifisikasi dan harga
barang.
Contoh yang sama dengan kasus diatas.
Setelah mengetahui kebutuhan yang mana yang harus didahulukan. Maka, konsumen
akan mencari tahu produk seperti apa yang bagus dan mendukung untuk
pembelajaran online, dengan spesifikasi yang sudah disesuaikan, dan dengan
range harga yang sesuai dengan budget.
Pencarian informasi ini membuat konsumen menjadi lebih selektif sebelum membeli produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena produk yang akan dibeli merupakan produk yang akan digunakan dalam jangka Panjang dan merupakan produk elektronik sehingga konsumen harus betul – betul teliti sebelum memutuskan untuk membeli.
- v KEPUTUSAN PEMBELIAN
Dalam suatu kasus pembelian, konsumen bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi merk, pemasok, jumlah, waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Contohnya ketika membeli HP /Perangkat elektronik lainnya pasti akan lebih selektif dan teliti. Sedangkan ketika membeli buku/pulpen kcukup dengan menyebut merk yang biasa kita gunakan, tanpa perlu memikirkan resiko tertipu barang bekas atau barang palsu.
- v PERILAKU PASCA PEMBELIAN
Setelah pembelian dilakukan, konsumen
akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Konsumen akan
membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk lain. Hal ini
dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas
tertentu pada barang yang telah ia beli, atau mendengar keunggulan tentang
merek lain.
Karena sudah melakukan pembelian pada
store official, terkadang ada hal – hal yang terlewat dari jangkauan. Seperti
pengemasan saat akan dikirim ataupun pelayanan penjual terhadap pelanggan, tak
jarang juga dikarenakan ada produk baru yang launching setelah konsumen membeli
produk yang diinginkan. Namun, ada beberapa konsumen juga yang sudah merasa
cukup puas dengan apa yang sudah ia beli. Karena produk tersebut telah sesuai
dengan kebutuhannya.
Dengan kepuasan yang sudah dirasakan,
membuat konsumen tak lagi ragu untuk melakukan re-purchase bahkan tak ragu
untuk mempromosikan kepada keluarga dan teman dekatnya.
v KEUNGGULAN
DAN PROBLEM PASAR ONLINE
Keunggulan dan kelemahan merupakan paket
satuan yang pasti ada pada setiap hal yang diciptakan, baik oleh manusia maupun
oleh Sang Pencipta. Keunggulan dan kelemahan yang ada pada pasar online adalah
sebagai berikut:
Keunggulan
:
· Akses
mudah dan tak terbatas
Contohnya ketika kita ingin memesan hotel
atau membeli pakaian. Namun kita sedang berada diperjalanan yang tidak
memungkinkan kita untung datang langsung ke offline store atau ke hotel. Maka,
cukup dengan aplikasi di smartphone dan akses internet kita sudah bisa
melakukan pembelian atau booking hotel kapanpun dan dimanapun.
· Pilihan
produk yang beragam
Kemudahan aplikasi pasar online yang
dapat memberikan kesempatan pada siapapun untuk mengakses pasar online
tersebut. Baik sebagai konsumen maupun produsen, dengan keanekaragaman
penjual/produsen memberikan banyak pilihan produk yang diinginkan. Sehingga
konsumen memiliki banyak opsi dan dapat membandingkan satu produk dengan produk
lainnya.
· Harga
lebih murah
Biasanya pasar online banyak memberikan
diskon/potongan harga yang cukup menarik hati para konsumen. Karena para
produsen pasar online menyediakan barang yang didapat langsung dari
pabrik/pihak pertama. Sehingga produsen tidak perlu mengeluarkan biaya lain –
lain yang bisa menyebabkan perubahan harga yang cukup signifikan.
Kelemahan
:
· Terjadinya
penipuan
Para konsumen dan produsen pasar online
pasti pernah mengalami penipuan. Ada yang barangnya tidak sesuai, barang tidak
sampai sedangkan uang sudah diberikan, atau sebaliknya. Hal ini sangat mudah
terjadi karena transaksi yang dilakukan tidak transparan dan tidak secara
langsung face to face.
· Jasa
pengiriman
Para konsumen terkadang mengeluh karena
biaya ongkos kirim (ongkir) yang lebih malah. Biasanya hal ini terjadi karena
perbedaan jarak antara produsen dengan konsumen. Karena keterbatasan jasa
pengiriman, sehingga terkadang tidak menyanggupi untuk melakukan pengiriman
yang memiliki jarak tempuh lebih jauh. Sedangkan pasar online yang sudah dengan
mudah untuk diakses diberbagai daerah bahkan hingga ke Manca Negara.
· Sistem
tidak selalu maksimal
Ada
beberapa pasar online yang mengalami sistem eror, biasanya hal ini terjadi
ketika ada promo atau flash sale yang mengharuskan para konsumen untuk main
cepat – cepatan agar bisa mendapatkan produk diskon yang sudah diincar.
v TREND
KONSUMEN
Mengutip data dari GlobalWebIndex,
Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi e-commerce tertinggi di
dunia pada 2019. Sebanyak 90 persen dari pengguna internet berusia 16 hingga 64
tahun di Indonesia pernah melakukan pembelian produk dan jasa secara online.
Tidak hanya dari sisi perubahan gaya
hidup konsumen, industri e-commerce juga membuka lebih banyak peluang bisnis
baru, serta menghasilkan dampak beruntun (trickle-effect) bagi industri di
sektor pendukung, seperti logistik, infrastruktur IT, dan operator e-commerce.
Namun demikian, meski berada dalam
situasi bisnis yang semakin kompetitif, banyak potensi di industri e-commerce
Indonesia belum tergali, terutama di berbagai kota di luar Pulau Jawa. Memasuki
2020, SIRCLO, perusahaan penyedia layanan solusi e-commerce (e-commerce
enabler) memaparkan beberapa tren dan peluang yang akan dihadapi oleh pelaku
bisnis dalam era digital ini.
"Berdasarkan
hasil penelitian internal dan insight yang kami dapatkan dari klien brand kami,
terdapat tiga tren industri e-commerce yang perlu diantisipasi oleh brand dan
pemilik usaha di tahun ini," ungkap Brian Marshal, CEO dan Founder dari
SIRCLO.
Pilihan Metode Transaksi Favorit Konsumen Indonesia
Selain
memudahkan konsumen mencari produk incaran, belanja online menawarkan
berbagai metode pembayaran yang mudah dilakukan oleh konsumen. Metode
pembayaran saat belanja online semakin
beragam seiring bermunculannya financial
technology, e-wallet misalnya.
Masyarakat
Indonesia setidaknya punya tiga metode pembayaran yang paling sering digunakan.
Berdasarkan survei Populix;
·
metode pembayaran cash on
delivery jadi pilihan utama responden
dengan 36% suara. Selain prosesnya yang praktis, rasa aman dalam bertransaksi membuat metode pembayaran COD masih banyak diminati. konsumen dapatmemeriksa kesesuaian kualitas produk terlebih dahulu sebelum membayar.
·
Ditengah keberadaan aplikasi e-wallet yang
semakin menjamur, rupanya masyarakat Indonesia masih mengandalkan transfer bank
sebagai metode pembayaran saat belanja online. Metode
bank transfer mendapat perolehan 28%, sementara e-wallet hanya
mendapat 26%.
Meski telah sukses membuat masyarakat
Indonesia hobi belanja, e-commerce masih
terus berinovasi. Mulai dari hadirkan fitur baru, menggaet lebih banyak mitra
usaha, hingga gencar membagikan promo terus dilakukan oleh platform e-commerce. Dengan
berbagai keunggulannya, belanja online menjadi
gaya hidup baru masyarakat di era digital ini.
Baca juga ya:
https://perantara.net/10-tren-konsumen-online-2019/
https://www.softwareseni.co.id/blog/perubahan-perilaku-konsumen-online
Referensi
https://www.digitalmarketingschool.id/tujuan-digital-marketing-yang-bermanfaat-untuk-bisnis/
https://sasanadigital.com/mempelajari-perilaku-digital-konsumen-indonesia/
https://glints.com/id/lowongan/perilaku-konsumen/#.YvSKXXZBy00
https://www.gramedia.com/literasi/teori-perilaku-konsumen/
https://info.populix.co/articles/tren-belanja-online-masyarakat-indonesia/
.jpg)









.png)