Rabu, 10 Agustus 2022

PERILAKU KONSUMEN PASAR ONLINE

Nama: Rigen Triastuti

NIM : 19010140


“ Perilaku Konsumen Pasar Online “



 

PENDAHULUAN

Islam adalah agama yang mengatur segenap perilaku manusia. Baik itu perilaku manusia dengan Allah (Hablum Minallah) maupun perilaku manusia dengan manusia (Hablum Minan Nas). Hampir dalam keseluruhan aktifitasnya manusia berhubungan dengan manusia yang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik dalam ranah konsumsi, produksi, maupun distribusi.

Ini juga terdapat dalam ilmu ekonomi mikro. Ilmu ekonomi mikro sering ditulis mikroekonomi ialah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajariperilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro menelitian bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa , yang aka menentukan harga, dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentuka penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

Didalam pembahasan ilmu ekonomi mikro terdapat materi mengenai Teori Tingkah Laku Konsumen. Yakni tingkah laku individu/kelompok dalam mempergunakan pendapatan yang mereka miliki untuk memenuhi kepuasan masingmasing. Adapun pengertian konsumen. Konsumen adalah semua anggota masyarakat yang menerima uang dan kemudian membelanjakannya untuk pembelian barang atau jasa.

LATAR BELAKANG

Latar Belakang Masalah Perilaku konsumen merupakan sebuah fenomena yang unik untuk dipelajari dan diamati. Perilaku konsumen dapat dikatakan sebagai dasar berbagai teori ekonomi, karena semua kegiatan ekonomi akan berkaitan dan berakhir kepada sikap atau perilaku konsumen. Berbagai teori mengenai perilaku konsumen, salah satu perilaku konsumen yang sangat berpengaruh dalam kegiatan ekonomi adalah keputusan pembelian, karena tujuan dari sebuah kegiatan ekonomi mulai dari produk hingga pemasaran bertujuan agar konsumen melakukan pembelian atas produk tersebut. Menurut Kotler dan Amstrong (2013) perilaku konsumen merupakan aktivitas dari aktivitas pembelian dalam memenuhi tingkat konsumsi terhadap produk atau jasa.

Perilaku konsumen juga menunjukkan perilaku yang ditampilkan oleh konsumen saat mereka membeli, mencari dan menghabiskan produk demi memenuhi kebutuhan dan kepuasan (Priansa, 2017). Jadi perilaku konsumen terkait erat dengan kepuasan dalam melakukan pembelian produk atau jasa dalam upaya pemenuhan kebutuhan. Kepuasan konsumen sangat penting bagi sebuah bisnis, karena dapat menciptakan komitmen dan loyalitas terhadap suatu produk. Konsumen akan membeli berulang-ulang, karena sudah tercipta kepercayaan dan pelayanan yang baik.

 Kepuasan konsumen adalah sejauh mana manfaat sebuah produk 2 dirasakan (perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan (Kotler, 2016). Konsumen akan berusaha mencari tahu latar belakang suatu produk, kegunaan, serta manfaat. Sehingga produk yang di beli pelanggan memang dapat membantu masalah atau menjadi solusi bagi pelanggan tersebut. Mutu suatu produk tergantung dari tingkat kepuasan pelanggan di dalam menggunakan produk tersebut. Tanpa adanya kepuasan pelanggan, maka suatu produk dapat di anggap gagal dalam memenuhi ekspestasi konsumen. Kepuasan konsumen adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi atau terlampaui (Gerson, 2016).

Konsumen dalam melakukan pembelian produk memiliki harapan yang tinggi, jika harapan itu terpenuhi bahkan melebihi keinginan konsumen, maka akan tercipta kepuasan yang berdampak pada keinginan untuk melakukan pembelian ulang dengan produk lainnya. Konsumen selektif dalam memilih suatu produk, berusaha membandingkan antara produk satu dengan produk lainnya, atau mencari tambahan informasi yang mempunyai hubungan dengan produk yang akan dibeli, untuk mengetahui kinerja produk tersebut.

Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya (Kotler, 2016). Kotler dan Keller (2016) mengatakan bahwa 3 kepuasan pelanggan terhadap pembelian suatu produk atau jasa tergantung kepada kinerja produk aktual, sehingga sesuai dengan harapan pembeli. Kepuasan yang diperoleh seorang konsumen dapat meningkatkan intensitas membeli dari konsumen tersebut dan mendorong konsumen merasa puas.

Lupiyoadi (2013) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah kualitas pelayanan, kualitas produk, promosi, harga dan biaya. Faktor-faktor tersebut khususnya kualitas pelayanan, harga dan promosi serta kepuasan pelanggan, hal ini seperti penelitian yang dilakukan oleh Farida, Tarmizi dan November (2016) yang menunjukkan bahwa harga dan promosi, berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan pelanggan.

 Sebagaimana diungkapkan oleh Irawan (2008) terkait faktor - faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, selain kualitas produk, kualitas pelayanan dan faktor emosional juga terdapat faktor biaya dan kemudahan yang diyakini dapat mempengaruhi kepuasan konsumen, yang mana kita ketahui bahwa harga dan kemudahan akses merupakan salah satu faktor penentu jumlah permintaan produk dipasar online.


 

PEMBAHASAN

Perilaku konsumen atau consumer behavior adalah studi tentang individu dan organisasi, serta bagaimana mereka memilih dan menggunakan produk. Bagian dari riset pasar ini bertujuan memahami motivasi dan perilaku seseorang sebagai konsumen. Perilaku konsumen tak hanya berguna untuk pengembangan produk baru. Studi ini juga dapat digunakan oleh product analyst untuk melakukan perbaikan produk yang telah ada.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.

Definisi perilaku konsumen menurut para ahli :

·         Menurut Kotler dan Keller (2008), perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

·         Menurut Engel et al (Sangadji dan Sopiah, 2013 : 7), perilaku konsumen adalah tidakan yang langsung terlibat dalam pemerolehan, pengonsumsian, dan penghabisan produk/jasa, termasuk proses yang mendahului dan menyusul tindakan.

·         Menurut John C. Mowen dan Michael Minor, perilaku konsumen merupakan studi unit dan proses pembuatan keputusan seseorang dalam menerima, menggunakan, membeli, dan menentukan produk.

Manfaat consumer behavior bagi sales dan product development. Beberapa di antaranya adalah:

1.       Memahami perbedaan berbagai kelompok konsumen

2.      Merancang program marketing yang sesuai

3.      Memprediksi tren pasar

4.      Meningkatkan daya saing dengan kompetitor

Studi perilaku konsumen tak hanya membuatmu memahami audiens. Kamu juga bisa mendapat informasi soal kompetitor, seperti:

  • Apakah pelanggan membeli produk dari pesaing?
  • Mengapa konsumen membeli produk dari pesaing?
  • Menurut konsumen, apa yang membedakan produkmu dan produk pesaing?



v  Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

Umumnya, perilaku konsumen dipengaruhi tiga faktor berikut.

1. Faktor pribadi

Faktor pribadi merupakan minat dan pendapat seseorang sebagai konsumen. Secara khusus, faktor ini juga dipengaruhi oleh demografi seperti:

  • usia
  • jenis kelamin
  • budaya
  • profesi
  • latar belakang
  • dan lain-lain

2. Faktor psikologis

Faktor psikologis merupakan respons dan sikap individu terhadap:

  • campaign pemasaranmu
  • kebutuhan pribadi sebagai seorang konsumen

3. Faktor sosial

Faktor ini meliputi:

  • pengaruh lingkungan
  • pengaruh media sosial
  • kelas sosial
  • pendapatan
  • tingkat pendidikan
  • dan lain-lain

4. Faktor budaya

Faktor ini menunjukkan bahwa minat pelanggan dibentuk oleh beberapa hal, seperti:

  • nilai-nilai dan ideologi komunitas mereka
  • kepercayaan komunitas
  • kebutuhan keluarga dan komunitas
  • kelas sosial


v  Tipe-Tipe Perilaku Konsumen

1. Perilaku membeli yang kompleks (complex buying behavior)

Misalnya, si X ingin membeli laptop seharga Rp40 juta. Tentu X berpikir panjang sebelum memutuskan pembelian. Sebab, produk tersebut jarang sekali dibeli. Belum lagi, harganya relatif mahal. Inilah yang dimaksud dengan complex buying behavior. Sebelum membeli produk, konsumen cenderung berpikir panjang.

2. Perilaku membeli yang mengurangi perbedaan (dissonance-reducing buying behavior)

Saat punya perilaku ini, mengutip Britannica, konsumen akan sangat terlibat dalam proses pembelian. Akan tetapi, mereka kesulitan menentukan perbedaan antarmerek.

Nah, kesulitan ini disebut dengan disonansi atau mengurangi perbedaan. Supaya lebih jelas, contohnya seperti ini; Misalnya, kamu ingin membeli penggorengan. Menurutmu, tak ada perbedaan antara merek penggorengan A, B, C, dan D. 

Padahal, keempatnya punya sedikit titik beda. Inilah yang disebut dengan disonansi.

3. Perilaku membeli yang telah terbiasa (habitual buying behavior)

Misalnya, si Y ingin membeli sampo. Y telah terbiasa membeli sampo merek E, dan tidak ingin melirik merek lainnya. Dapat disimpulkan, dalam kasus ini, Y memiliki habitual buying behavior. Ia tak banyak terlibat saat mencari produk. Pemilihan merek cenderung didasarkan kebiasaan. Dengan begitu, keputusan pembelian tidak dipengaruhi oleh loyalitas ataupun campaign dari produk yang dibeli.

Ini tentu berbeda dengan dissonance-reducing buying behavior.

Dalam habitual buying behavior, konsumen tak benar-benar terlibat dalam pemilihan merek. Mereka membeli sesuatu hanya karena kebiasaan. Sementara itu, dalam dissonance-reducing buying behavior, konsumen terlibat dalam pemilihan produk. Mereka tak sekadar membeli karena terbiasa. Akan tetapi, mereka kesulitan menemukan perbedaan antarmerek yang ada.

Nah, biasanya, habitual buying behavior muncul saat konsumen membeli barang pokok.

4. Perilaku mencari keragaman produk (variety seeking behavior)

Pada tipe ini, konsumen membeli produk yang berbeda. Akan tetapi, ini dilakukan bukan karena mereka tidak puas dengan produk sebelumnya.

Perilaku tersebut didasari oleh motivasi untuk mencari variasi dari produk yang telah mereka miliki.

v  Model Perilaku Konsumen

Selain tipe-tipe, adalah beberapa model perilaku konsumen yang harus diketahui juga oleh para marketer. Kumpulan model ini bisa membantu marketer dalam memahami dan mempertahankan basis pelanggan yang sudah dimiliki oleh perusahaan.

Nah, kira-kira, apa saja model consumer behavior yang wajib dipahami oleh perusahaan di era modern ini? Berikut penjelasannya.

1. Learning model

Salah satu model perilaku konsumen yang sering digunakan oleh marketer dari perusahaan besar adalah learning model. Menurut laman Hubspot, model ini mengacu pada teori di mana customer behavior biasanya menunjukkan keinginan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup, seperti makanan.

Learning model juga menjelaskan bahwa pelanggan biasanya akan mengutamakan kebutuhan untuk belajar yang muncul dari pengalaman hidup, seperti ketakutan atau rasa bersalah. Model ini berlaku untuk bisnis multiguna yang menjual produk untuk semua tingkat kebutuhan pelanggan.

Misalnya Target, sebuah department store berbasis di Amerika Serikat yang menjual ratusan produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan hingga peralatan mandi.

2. Psychoanalytic model

Model perilaku konsumen lainnya yang patut dipertimbangkan marketer di era modern ini adalah psychoanalytic model. Model satu ini diambil dari teori Sigmund Freud mengenai psikoanalisis, di mana konsumen memiliki motif mengakar, baik sadar maupun tidak sadar, yang mendorong mereka untuk melakukan pembelian.

Motif tersebut bisa berupa ketakutan yang tersembunyi, keinginan yang ditahan, atau sekadar keperluan pribadi. Dengan demikian, pelanggan akan melakukan pembelian bila diberikan rangsangan yang tepat oleh badan usaha, seperti meluncurkan iklan di Instagram atau YouTube.

3. Sociological model

Model perilaku konsumen selanjutnya yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dan marketer adalah sociological model. Model ini mengacu pada teori di mana pembelian dipengaruhi oleh tempat individu berdiam dalam kelompok masyarakat, termasuk keluarga, teman, dan kelompok lain seperti orang-orang yang menyukai hal-hal serupa.

Intinya, teori ini menjelaskan bahwa eseorang pada dasarnya akan membeli barang berdasarkan hal yang diperlukan oleh kelompok tempat mereka berada.

4. Input, process, output

Input, process, output adalah model perilaku konsumen yang juga sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan ternama.

Dalam model satu ini muncul, tiga indikator dalam consumer behavior yaitu input, process, dan output.

·         Input mengacu pada strategi marketing yang dibentuk sebuah perusahaan. Empat aspek utama dalam indikator tersebut terdiri; product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

·         Indikator kedua merupakan process, yang berhubungan dengan proses transaksi oleh seorang konsumen. Mulai dari mengetahui hingga mengevaluasi kualitas serta harga produk.

·         Terkahir adalah output, sebuah indikator yang merujuk pada respons konsumen terhadap produk atau layanan yang disediakan perusahaan.

5. Black box model

Model perilaku konsumen berikutnya yang perlu dipertimbangkan oleh marketer adalah black box model. Melansir Business Management Studies, model ini mengungkapkan bahwa pelanggan adalah pemikir individu yang mampu memroses rangsangan internal dan eksternal untuk membuat keputusan pembelian.

Teorinya mungkin terlihat rumit, tetapi, ia sebenarnya cukup mudah untuk dipahami. Seorang konsumen bertemu dengan rangsangan dari bauran pemasaran bisnis dan rangsangan eksternal lainnya.

Kemudian, mereka memrosesnya dalam pikiran, menghubungkan rangsangan eksternal dengan pemikiran internal yang sudah dimiliki, seperti keyakinan dan keinginan, untuk membuat keputusan.

6. Pavlovian model

Model perilaku konsumen terakhir yang patut diketahui oleh para marketer adalah Pavlovian model. Model ini meliputi tiga indikator utama dalam consumer behavior, yaitu drivedrives, dan reinforcement.

·         Drive merupakan sebuah ransangan yang akan memancing aksi pelanggan. Sedangkan, 

·         Drives adalah kebutuhan psikologis dari pelanggan, seperti rasa lapar atau sakit.

·         Kemudian, rangsangan dari drive akan memengaruhi aspek psikologis pelanggan dan memperkuat keinginan mereka terhadap produk yang ditawarkan perusahaan. Nah, poin inilah yang dinamakan reinforcement.

 

 

PASAR ONLINE

Pasar online merupakan pasar yang sedang naik daun dikalangan masyarakat, apalagi semenjak Covid – 19 hadir di Indonesia. Sebenarnya pasar online ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1994, pada saat Indosat menjadi internet service provider pertama di Indonesia.

Sedangkan cikal bakal toko online muncul di tahun 1999 saat Andrew Darwis mendirikan sebuah forum bernama Kaskus yang juga menjadi forum jual beli. Selanjutnya, Bhinneka.com berdiri dan menjadi tempat jual beli juga ditanah air. Menyadari pertumbuhan transaksi online yamg berkembang dengan cepat pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk membuat draft UU e-commerce. Sejak saat itu toko online kian menunjukkan eksitensinya, menciptakan inovasi – inovasi kreatif yang dapat memudahkan para penggunannya.

Bahkan saat ini pasar online menjadi platfrom belanja yang paling diminati masyarakat selain dengan kemudahan peggunaannya, ketersediaan barang nya pun berbagai rupa, dan dengan harga yang bervariasi. Sehinnga mampu menarik konsumen untuk melakukan transaksi jual beli melalui pasar online tersebut.

Di Indonesia sudah banyak sekali platform pasar online, misalnya :

·                Tokopedia



Tokopedia.com merupakan salah satu toko online terbaik di Indonesia yang mengusung model bisnis marketplace. Sejak diluncurkan hingga akhir 2015, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh semua orang secara gratis. Dengan visi untuk “Membangun Indonesia yang Lebih Baik Lewat Internet”, Tokopedia memiliki program untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara online. Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Tokopedia juga berhasil mencetak sejarah sebagai perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara, yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc.

Dengan total pengunjung mencapai 111.484.100/bulan Toko online yang satu ini memungkinkan setiap orang / pebisnis di Indonesia untuk membuka dan juga mengelola toko mereka secara gratis di dalamnya. Situs ini termasuk yang terbesar di Indonesia dan sudah dijuluki sebagai salah satu startup dengan level tertinggi pertama di Indonesia (unicorn)

 

·         Buka Lapak



Bukalapak merupakan salah satu toko online (online marketplace) terkemuka dan terbaik di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan toko online) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual – beli online dengan model bisnis consumer to consumer (C2C), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko online untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan bayi, gadget, aksesoris gadget, komputer, tablet, perlengkapan rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain.

Dengan total kunjungan mencapai 85.138.900/bulan, Bukalapak menjadi salah satu e-commerce di Indonesia yang fokus ada usaha mikro, kecil, dan juga menengah. Di situs ini para pengguna diberi kesempatan untuk menawarkan dan menjual barang mereka secara online.

 

·         Shopee


Shopee adalah toko online terbaik indonesia dan perdagangan elektronik yang berkantor pusat di Singapura di bawah SEA Group (sebelumnya dikenal sebagai Garena), yang didirikan pada 2009 oleh Forrest Li. Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015, dan sejak itu memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Karena elemen mobile yang dibangun sesuai konsep perdagangan elektronik global, Shopee menjadi salah satu dari “5 startup e-commerce yang paling disruptif” yang diterbitkan oleh Tech In Asia.

Shopee sendiri dipimpin oleh Chris Feng. Chris Feng adalah salah satu mantan pegiat Rocket Internet yang pernah mengepalai toko online Zalora dan Lazada.

Pada tahun 2015, Shopee pertamakali diluncurkan di Singapura sebagai pasar mobile-sentris sosial pertama dimana pengguna dapat menjelajahi, berbelanja, dan menjual kapan saja. Terintegrasi dengan dukungan logistik dan pembayaran yang bertujuan untuk membuat belanja online mudah dan aman bagi penjual dan pembeli.

Setelah itu Shopee yang berpusat di Singapura, melakukan ekspansi ke negara ASEAN lain dan membuka Shopee Indonesia, Shopee Malaysia, Shopee Thailand, Shopee Taiwan, Shopee Vietnam dan Shopee Filipina.

Sampai dengan saat ini Shopee telah mencapai angka 30.843.400/bulan untuk kunjungan, Shopee pun berhasil dikenal ke seluruh Indonesia karena promo dan diskonnya yang banyak dan akhirnya menjadi salah satu e-commerce terfavorit.

 

·         Lazada

            Lazada Indonesia adalah pusat belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik, buku, mainan anak dan perlengkapan bayi, alat kesehatan dan produk kecantikan, peralatan rumah tangga, dan perlengkapan traveling dan olah raga. LAZADA Indonesia didirikan pada tahun 2012 dan merupakan salah satu cabang dari jaringan retail online LAZADA di Asia Tenggara.

Grup LAZADA International di Asia Tenggara terdiri dari LAZADA_Indonesia, LAZADA Malaysia, LAZADA Vietnam, LAZADA Thailand, LAZADA Filipina. Jaringan LAZADA, Asia Tenggara merupakan cabang anak perusahaan jaringan perusahaan internet Jerman Rocket Internet. Rocket Internet merupakan perusahaan online incubator yang sukses menciptakan perusahaan-perusahaan online inovatif di berbagai belahan dunia. Berkantor pusat di Berlin, Jerman, proyek yang dimiliki Rocket Internet antara lain Zalando, toptarif, edarling, Groupon (sebelumnya citydeal), dll.

Total kunjungan mencapai 49.990.700/bulan Lazada menjadi salah satu situs online yang menyediakan berbagai kebutuhan dan juga barang lainnya. Berbagai merek produk populer hadir di situs ini, sehingga sangat wajar jika Lazada menjadi salah satu situs online terbesar hingga saat ini.

 

·         JD.ID

Angka kunjungan situs ini mencapai 11.269.000/bulan JD.id juga termasuk e-commerce baru di Indonesia dan baru populer di akhir tahun 2017. JD.id menjual berbagai jenis barang dengan berbagai kategori kebutuhan, baik itu fashion, elektronik, peralatan rumah tangga, anak-anak atau orang dewasa.

Dengan slogan 'Dijamin Ori' ini, situs belanja online JD.id saat ini menempati posisi 10 besar sebagai situs e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia pada Agustus 2018.

Tujuan Digital Marketing     

   Dan berdasarkan fungsi tersebut memang ada beberapa detail dari tujuan digital marketing yang membuatnya menjadi sangat penting dalam bisnis. Setiap tujuan tersebut akan membantu bisnis tersebut akan menjadi lebih besar, meskipun mungkin tidak semua orang tidak tahu apa saja tujuannya. Berikut ini kami akan coba jelaskan beberapa tujuan dari melakukan digital marketing yang berpengaruh pada bisnis Anda.

1. Mendapat Perhatian

        Tujuan yang paling pertama dari melakukan digital marketing adalah untuk bisa mendapatkan perhatian dari banyak orang. Karena dengan melakukan marketing digital marketing dengan berbagai konten, maka bisnis kita itu akan bisa mendapatkan perhatian banyak orang. Dan perhatian ataupun awareness dari banyak orang, maka bisnis sudah pasti akan jadi lebih besar dan juga terus berkembang.

        Karena tujuan inilah maka dalam digital marketing itu ada pembuatan konten dan konsistensi dalam pembuatan konten. Ini agar supaya bisnis kita itu memiliki ciri khas tertentu yang membuat orang itu akan lebih mudah mengerti mengenai bisnis kita. Dan setelah mendapatkan perhatian, maka suatu bisnis sudah pasti akan bisa berkembang dengan lebih pesat.

2. Mendapatkan Engagement

Tujuan yang kedua adalah untuk bisa mendapatkan engagement dari target pasar yang sudah ditentukan dalam bisnis kita tersebut. Karena dalam digital marketing dan di berbagai macam platform untuk marketing digital itu ada fitur untuk melihat engagement dari post. Sehingga marketing yang kita lakukan itu akan bisa dievaluasi untuk mengerti efektivitas dan interaksi yang kita dapatkan.

3. Memberikan Edukasi Produk

Tujuan yang ketiga adalah untuk membuat orang banyak itu tahu apa sih produk yang dijual oleh bisnis yang kita lakukan. Tujuan digital marketing ini adalah tujuan yang sangat penting, karena dari situ orang jadi tahu fungsi dari produk dari bisnis kita. Dan memang sangat penting untuk membuat banyak orang mengetahui dengan baik soal produk dari bisnis kita itu.

4. Untuk Meningkatkan Penjualan

Tujuan yang berikutnya adalah untuk bisa meningkatkan penjualan dari bisnis kita, ini jelas menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Karena kalau penjualan meningkat, maka keuntungan yang bisa kita dapatkan pun akan jadi jauh lebih besar. Selain itu juga dengan peningkatan penjualan sudah bisa dipastikan kalau bisnis kita itu akan jauh lebih besar.

Peningkatan penjualan ini jelas akan bisa direalisasikan apabila memang digital marketing yang dilakukan itu efektif. Karena banyak orang yang melihat promosi kita dan juga sudah mengerti apa kelebihan dan juga kekurangan dari produknya. Dan hal tersebut sudah pasti akan bisa membuat lebih banyak orang yang membeli produk karena melihat iklan.

5. Mendapatkan Relasi Pelanggan

Tujuan lain dari digital marketing itu adalah untuk bisa mendapatkan relasi terhadap pelanggan, ini adalah hal yang penting. Karena relasi ini akan memberikan kedekatan antara bisnis kita dengan para pelanggan dari bisnis yang kita jalankan. Hal ini tentu saja akan bisa membuat bisnis kita lebih berkembang karena relasi yang dekat dengan pelanggan tersebut.

Banyak cara untuk melakukan pendekatan terhadap pelanggan yang bisa dibilang adaptif. Karena banyak bisnis yang berupaya untuk membalas pertanyaan, komplain, dan lain sebagainya secara adaptif dan juga cukup baik.

6. Memperluas Pasar Bisnis

Tujuan terakhir adalah untuk memperluas pasar dari bisnis kita, sehingga akan bisa bertumbuh menjadi semakin besar. Ini karena sifat dari internet yang bisa menjangkau ke mana saja, dan jangkauannya itu sangat luas sampai satu dunia. Hal itu tentunya akan membuat bisnis kita akan bisa menjangkau area yang lebih luas sesuai dengan perkembangan bisnis kita.

Dalam membuat iklan kita kan bisa mengatur area dan juga audiens kita, sehingga di awal mungkin bisa membatasi area. Akan tetapi setelah bisnis kita berkembang, maka kita bisa memasang area yang mungkin lebih luas sesuai target pasar kita. Dan salah satu tujuan digital marketing adalah menjangkau pasar yang lebih luas mengikuti perkembangan bisnis.




Peran Digitalisasi di Dunia Bisnis dan Industri

Digitalisasi sudah dikenal sebagai salah satu metode untuk memangkas biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas produk/pelayanan, malahan untuk meningkatkannya. 

Beberapa contoh digitalisasi di berbagai industri dan bisnis bisa Anda lihat pada daftar di bawah ini:

1. Digitalisasi Produksi

Jika kembali ke tahun 80-an, mungkin Anda masih bisa menemukan pabrik dengan ribuan buruh yang bekerja untuk memproduksi barang secara massal. Menggunakan tenaga manusia untuk produksi memang tidak ada salahnya, namun manusia pada umumnya memiliki kekurangan pada sisi ketahanan, ketelitian, dan juga konsistensi. Coba saja anda memotong 2 selotip dengan panjang yang sama 100%, apakah bisa?

Berbeda dengan teknologi digital. Sejak era Revolusi Industri 4.0 dimulai, lini produksi perlahan beralih ke teknologi digital. Bahkan mesin yang notabene sudah berbasis teknologi sekalipun, masih bisa di-digitalisasi lagi seperti otomasi QC (Quality Control) dengan memanfaatkan algoritma pemrograman khusus berbasis AI (Artificial Intelligence).

Ini membuat hasil produksi lebih seragam kualitasnya walau dengan pengawasan minim. Mungkin saja mereka hanya perlu mengambil tindakan apabila sistem memberikan peringatan. Tentu hal ini merupakan perubahan yang sangat besar jika dibandingkan dengan penggunaan tenaga manusia seutuhnya.

2. Digitalisasi Keuangan

Dunia keuangan pun tidak luput dari sentuhan digitalisasi. Bahkan sekarang sudah ada uang digital yang jauh lebih praktis dan mudah digunakan dibandingkan uang fisik.

Selain munculnya uang digital, digitalisasi keuangan juga muncul dari sisi pencatatannya. Sejak menjamurnya aplikasi kasir dan pembukuan, para pelaku usaha saat ini bisa dengan mudah untuk mencatat kondisi keuangan bisnis mereka.

Dengan begitu, posisi neraca bisnis bisa diketahui dengan mudah dan lebih akurat dibandingkan dengan hitung manual. Pelaku usaha juga tidak perlu khawatir akan kehilangan data, karena semua data bisa disimpan di cloud yang dapat diakses dari perangkat manapun.

3. Digitalisasi Laporan

Masih menulis laporan secara manual? Di zaman sekarang, laporan Anda pun bisa dioptimasi dan tercipta secara otomatis berkat bantuan kecerdasan buatan dari berbagai software.

Sebut saja Google Data Studio, yang bisa menampilkan data dari berbagai platform secara otomatis tanpa perlu input manual. Tampilan antarmukanya dapat didesain secantik mungkin sehingga Anda bisa gunakan untuk presentasi saat itu juga, tanpa perlu melakukan modifikasi manual.

Digitalisasi laporan juga membantu para evaluator untuk menemukan kejanggalan dalam strategi mereka, baik positif maupun negatif. Misalnya, jika di satu hari ada kenaikan penjualan secara drastis, maka mereka bisa menemukan penyebabnya karena laporan terintegrasi dengan sistem sales dan informasi marketing.

4. Digitalisasi Layanan

Layanan seperti customer service merupakan hal yang krusial di dalam dunia usaha, sebab tidak semua pelanggan bisa memahami produk/jasa Anda hanya dalam sekali lihat.

Terkadang pertanyaan yang disampaikan pelanggan terlalu mendasar, dan sebenarnya sudah bisa terjawab apabila mereka mau membaca detail lebih lanjut. Hanya saja, memang tidak semua pelanggan seperti itu.

Karena itu digitalisasi layanan bisa membantu Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil secara efektif dan efisien. Dengan teknologi chatbot, Anda bisa memberikan jawaban personal secara otomatis. Bahkan Anda juga bisa mengirimkan pesan broadcast atau pengingat mengenai promosi yang sedang berlangsung ke pelanggan.

5. Digitalisasi Pemasaran

Digital marketing bisa dibilang sebagai salah satu inovasi yang cukup disruptif di dekade ini. Berkat kehadirannya saat ini, persaingan pasar menjadi lebih sempurna dan tidak dikuasai oleh satu atau dua merek saja. Sebab usaha yang diperlukan untuk melakukan promosi sudah lebih terjangkau.

Digital marketing memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan promosi tanpa menguras banyak budget. Di zaman dahulu, bisnis mungkin perlu ‘membakar’ modal sampai miliaran untuk beriklan, itu pun hasilnya juga tidak bisa diukur secara akurat. Sejak kemunculan digital marketing, semua masalah itu dapat teratasi satu per satu.

  • Fungsi Digital Marketing

Secara mendasar digital marketing itu memiliki fungsi untuk bisa membuat bisnis itu bisa lebih berkembang karena banyak orang yang tahu. Karena memang sebenarnya digital marketing itu adalah sebuah roda kecil yang akan membantu proses besar dalam membangun bisnis. Akan tetapi tentunya digital marketing tetap proses yang penting, karena salah satu yang berpengaruh berkembangnya sebuah bisnis.


  • v  PENGENALAN KEBUTUHAN

Proses pembelian oleh konsumen diawali sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut dapat ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal, terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti lapar dan haus) telah mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi pendorong. Sedangkan rangsangan eksternal, salah satunya terjadi karena seseorang menonton iklan atau melihat produk baru milik tetangganya.

·        Contoh pengenalan kebutuhan oleh rangsangan internal, yaitu : Seseorang memiliki tanggung jawab sekaligus menjadi kebutuhan umum yaitu membayar uang sekolah (SPP). Sedangkan, di sisi lain perangkat yang digunakan untuk sekolah online mengalami beberapa kerusakan yang membuat kegiatan belajar menjadi tidak nyaman. Maka dari itu seseorang tersebut harus tau mana yang lebih dibutuhkan, dan mengetahui kemampuan diri sendiri. Jika kita sudah mengetahui kebutuhan dan kemampuan kita, maka kita akan dengan sangat mudah untuk menentukan keputusan apa yang harus diambil.

·        Contoh pengenalan kebutuhan oleh rangsangan eksternal, yaitu : Kasus yang sama dengan contoh diatas. Seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk membayar SPP dan membeli HP/Laptop. Ketika seseorang tersebut melihat iklan di TV atau ada salah satu influencer favoritnya menawarkan “HP bintang lima, harga kaki lima”. Mungkin saja terjadi perubahan pemilihan keputusan, karena saat ini pembelajaran dilakukan secara online sehingga konsumen tersebut memilih untuk membeli HP dan membayar SPP diminggu depan.

 

  • v  PENCARIAN INFORMASI

Setelah konsumen yang terangsang kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk. Selanjutnya, orang mulai aktif mencari informasi : bertanya kepada teman, mendatangi toko untuk mencari tahu atau membuka-buka internet untuk membandingkan spesifisikasi dan harga barang.

Contoh yang sama dengan kasus diatas. Setelah mengetahui kebutuhan yang mana yang harus didahulukan. Maka, konsumen akan mencari tahu produk seperti apa yang bagus dan mendukung untuk pembelajaran online, dengan spesifikasi yang sudah disesuaikan, dan dengan range harga yang sesuai dengan budget.

Pencarian informasi ini membuat konsumen menjadi lebih selektif sebelum membeli produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena produk yang akan dibeli merupakan produk yang akan digunakan dalam jangka Panjang dan merupakan produk elektronik sehingga konsumen harus betul – betul teliti sebelum memutuskan untuk membeli.

  • v  KEPUTUSAN PEMBELIAN

Dalam suatu kasus pembelian, konsumen bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi merk, pemasok, jumlah, waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Contohnya ketika membeli HP /Perangkat elektronik lainnya pasti akan lebih selektif dan teliti. Sedangkan ketika membeli buku/pulpen kcukup dengan menyebut merk yang biasa kita gunakan, tanpa perlu memikirkan resiko tertipu barang bekas atau barang palsu.

  • v  PERILAKU PASCA PEMBELIAN

Setelah pembelian dilakukan, konsumen akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Konsumen akan membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk lain. Hal ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas tertentu pada barang yang telah ia beli, atau mendengar keunggulan tentang merek lain.

Karena sudah melakukan pembelian pada store official, terkadang ada hal – hal yang terlewat dari jangkauan. Seperti pengemasan saat akan dikirim ataupun pelayanan penjual terhadap pelanggan, tak jarang juga dikarenakan ada produk baru yang launching setelah konsumen membeli produk yang diinginkan. Namun, ada beberapa konsumen juga yang sudah merasa cukup puas dengan apa yang sudah ia beli. Karena produk tersebut telah sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan kepuasan yang sudah dirasakan, membuat konsumen tak lagi ragu untuk melakukan re-purchase bahkan tak ragu untuk mempromosikan kepada keluarga dan teman dekatnya.

v  KEUNGGULAN DAN PROBLEM PASAR ONLINE

Keunggulan dan kelemahan merupakan paket satuan yang pasti ada pada setiap hal yang diciptakan, baik oleh manusia maupun oleh Sang Pencipta. Keunggulan dan kelemahan yang ada pada pasar online adalah sebagai berikut:

Keunggulan :

·        Akses mudah dan tak terbatas

Contohnya ketika kita ingin memesan hotel atau membeli pakaian. Namun kita sedang berada diperjalanan yang tidak memungkinkan kita untung datang langsung ke offline store atau ke hotel. Maka, cukup dengan aplikasi di smartphone dan akses internet kita sudah bisa melakukan pembelian atau booking hotel kapanpun dan dimanapun.

·        Pilihan produk yang beragam

Kemudahan aplikasi pasar online yang dapat memberikan kesempatan pada siapapun untuk mengakses pasar online tersebut. Baik sebagai konsumen maupun produsen, dengan keanekaragaman penjual/produsen memberikan banyak pilihan produk yang diinginkan. Sehingga konsumen memiliki banyak opsi dan dapat membandingkan satu produk dengan produk lainnya.

·        Harga lebih murah

Biasanya pasar online banyak memberikan diskon/potongan harga yang cukup menarik hati para konsumen. Karena para produsen pasar online menyediakan barang yang didapat langsung dari pabrik/pihak pertama. Sehingga produsen tidak perlu mengeluarkan biaya lain – lain yang bisa menyebabkan perubahan harga yang cukup signifikan.

Kelemahan :

·        Terjadinya penipuan

Para konsumen dan produsen pasar online pasti pernah mengalami penipuan. Ada yang barangnya tidak sesuai, barang tidak sampai sedangkan uang sudah diberikan, atau sebaliknya. Hal ini sangat mudah terjadi karena transaksi yang dilakukan tidak transparan dan tidak secara langsung face to face.

·        Jasa pengiriman

Para konsumen terkadang mengeluh karena biaya ongkos kirim (ongkir) yang lebih malah. Biasanya hal ini terjadi karena perbedaan jarak antara produsen dengan konsumen. Karena keterbatasan jasa pengiriman, sehingga terkadang tidak menyanggupi untuk melakukan pengiriman yang memiliki jarak tempuh lebih jauh. Sedangkan pasar online yang sudah dengan mudah untuk diakses diberbagai daerah bahkan hingga ke Manca Negara.

·        Sistem tidak selalu maksimal

Ada beberapa pasar online yang mengalami sistem eror, biasanya hal ini terjadi ketika ada promo atau flash sale yang mengharuskan para konsumen untuk main cepat – cepatan agar bisa mendapatkan produk diskon yang sudah diincar.

 

v  TREND KONSUMEN

Mengutip data dari GlobalWebIndex, Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi e-commerce tertinggi di dunia pada 2019. Sebanyak 90 persen dari pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun di Indonesia pernah melakukan pembelian produk dan jasa secara online.

Tidak hanya dari sisi perubahan gaya hidup konsumen, industri e-commerce juga membuka lebih banyak peluang bisnis baru, serta menghasilkan dampak beruntun (trickle-effect) bagi industri di sektor pendukung, seperti logistik, infrastruktur IT, dan operator e-commerce.

Namun demikian, meski berada dalam situasi bisnis yang semakin kompetitif, banyak potensi di industri e-commerce Indonesia belum tergali, terutama di berbagai kota di luar Pulau Jawa. Memasuki 2020, SIRCLO, perusahaan penyedia layanan solusi e-commerce (e-commerce enabler) memaparkan beberapa tren dan peluang yang akan dihadapi oleh pelaku bisnis dalam era digital ini.

"Berdasarkan hasil penelitian internal dan insight yang kami dapatkan dari klien brand kami, terdapat tiga tren industri e-commerce yang perlu diantisipasi oleh brand dan pemilik usaha di tahun ini," ungkap Brian Marshal, CEO dan Founder dari SIRCLO.



Pilihan Metode Transaksi  Favorit Konsumen Indonesia

 

Selain memudahkan konsumen mencari produk incaran, belanja online menawarkan berbagai metode pembayaran yang mudah dilakukan oleh konsumen. Metode pembayaran saat belanja online semakin beragam seiring bermunculannya financial technology, e-wallet misalnya.

Masyarakat Indonesia setidaknya punya tiga metode pembayaran yang paling sering digunakan. Berdasarkan survei Populix;

·         metode pembayaran cash on delivery jadi pilihan utama responden dengan 36% suara. Selain prosesnya yang praktis, rasa aman dalam bertransaksi membuat metode pembayaran COD masih banyak diminati. konsumen dapatmemeriksa kesesuaian kualitas produk terlebih dahulu sebelum membayar. 

·         Ditengah keberadaan aplikasi e-wallet yang semakin menjamur, rupanya masyarakat Indonesia masih mengandalkan transfer bank sebagai metode pembayaran saat belanja online. Metode bank transfer mendapat perolehan 28%, sementara e-wallet hanya mendapat 26%.

Meski telah sukses membuat masyarakat Indonesia hobi belanja, e-commerce masih terus berinovasi. Mulai dari hadirkan fitur baru, menggaet lebih banyak mitra usaha, hingga gencar membagikan promo terus dilakukan oleh platform e-commerce. Dengan berbagai keunggulannya, belanja online menjadi gaya hidup baru masyarakat di era digital ini.


 

Baca juga ya:

https://perantara.net/10-tren-konsumen-online-2019/

https://www.softwareseni.co.id/blog/perubahan-perilaku-konsumen-online

https://www.kompasiana.com/bijakdiaz/618ea3f8bb448609d87c2c53/perilaku-konsumen-belanja-online-pasca-pandemi-covid-19

Referensi

https://www.digitalmarketingschool.id/tujuan-digital-marketing-yang-bermanfaat-untuk-bisnis/

https://sasanadigital.com/mempelajari-perilaku-digital-konsumen-indonesia/

https://glints.com/id/lowongan/perilaku-konsumen/#.YvSKXXZBy00

https://www.gramedia.com/literasi/teori-perilaku-konsumen/

https://info.populix.co/articles/tren-belanja-online-masyarakat-indonesia/


 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERILAKU KONSUMEN PASAR ONLINE

Nama: Rigen Triastuti NIM : 19010140 “ Perilaku Konsumen Pasar Online “   PENDAHULUAN Islam adalah agama yang mengatur segenap perilaku ma...